Jumat, 08 Oktober 2010

Arisan Keluarga

Arisan keluarga

Di beberapa keluarga besar yang ada diberbagai daerah di Indonesia mempunyai tradisi yang dinamakan ‘Arisan Keluarga’, begitupun keluarga Eyang Hasan yang berlokasi di Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat mempunyai kegiatan perkumpulan antar anggota keluarga yaitu Arisan Wargi/Keluarga dimana kegiatannya tidak hanya arisan tetapi juga Simpan Pinjam.

Awal berdirinya kegiatan Arisan ini yaitu Hari Minggu kedua bulan Juli Tahun 2006. Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan kurang terjalinnya silaturrahmi sehingga anggota keluarga yang lebih muda kurang mengenal keluarga yang lain. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga.
Tujuannya adalah pertama terjalinnya silaturrahmi yang baik antar anggota keluarga sehingga keturunan berikutnya dapat saling mengenal. Kedua meningkatnya perekonomian keluarga.

Arisan keluarga ini mempunyai 33 anggota sampai sekarang dan kegiatannya dilakukan 1 bulan sekali, tempatnya bergilir di rumah setiap anggota . Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, dalam arisan keluarga ini ada kegiatan simpan pinjam yang terdiri dari simpanan pokok, wajib dan manasuka. Modal awal yang terdiri dari simpanan pokok dan wajib yaitu sebesar Rp 907.500,00, pinjaman pertama Rp 500.000,00/anggota dengan bunga 2% menurun. Modal terakhir bulan September 2010 yaitu sebesar Rp 16.335.000,00, pinjaman Rp 2.000.000/anggota dengan bunga 2% menurun.

Dilihat dari data-data tersebut dapat disimpulkan kegiatan ini mengalami perkembangan yang sangat baik dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Selasa, 25 Mei 2010

Munculnya kegagapan

 Kapan kegagapan mulai muncul
Kegagapan mulai muncul bisa secara bertahap atau tiba-tiba. Ketika pertama kali muncul, ukuran kegagapan bisa dari sedang hingga parah.
Kegagapan umumnya mulai ketika masa kanak-kanak diantara umur 2 dan 5 tahun.
Kegagapan umumnya muncul pada waktu ketika anak-anak mulai merangkaikan kata-kata. Pengulangan kata umumnya adalah tanda awal dari kegagapan pada hampir setiap anak, lebih lanjut tipe lain dari kegagapan mungkin juga muncul di awal.

Penyebab Gagap

Gagap bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikologis. Penyebab fisik yaitu kemungkinan berasal dari keturunan (genetik) yang menyebabkan ketidaksempurnaan secara fisik seperti gangguan pada syaraf bicara, gangguan alat bicara, keterbatasan lidah. Penyebab psikologis yaitu ketegangan yang berasal dari reaksi seseorang terhadap lingkungannya, stress mental karena sesuatu yang dirasakan tidak dapat dilakukannya.

Menurut penelitian, gagap lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis dibanding fisiologis. Trauma, ketakutan, kecemasan, dan kesedihan pada masa kecil bisa menyebabkan seseorang menjadi gagap sampai dewasa. Misalnya, anak yang kedua orang tuanya sering bertengkar, sehingga membuat anak takut, cemas, sedih, dan sering menangis. Cara bicara yang gagap ketika menangis bisa menjadi "kebiasaan" sampai dewasa.

Hypnosis dan Emotional Freedom Technique (EFT) sangat efektif dan cepat dalam menyembuhkan gagap. Hypnosis dapat digunakan untuk mencari akar masalahnya, kemudian dilanjutkan dengan EFT untuk menghilangkan masalah emosi. Klien juga akan diberi sugesti untuk kepercayaan diri dan ketenangan sehingga klien mampu menghadapi apapun atau siapapun dengan relaks, tanpa gugup.
Kegagapan adalah pada koordinasi pada bicara, bagaimanapun sebab yang sesungguhnya belum diketahui. Penelitian menunjukkan bahwa kegagapan terjadi di dalam keluarga.
Untuk bicara yang terkoordinasi, otak anda mengirim pesan kepada otot bicara anda dengan sangat cepat dan mereka meresponnya dengan bergerak sangat cepat. Jadi bagi anda yang berbicara lancar, otot bicara anda berkerja dengan baik. Berbicara membutuhkan urutan yang sangat spesifik dari koordinasi pada pergerakan otot. Bagi orang yang gagap, urutan ini terganggu.
Kegagapan adalah seperti aktifitas motorik lainnya seperti mengendarai sepeda. Ketika anda gembira, grogi atau lelah, mengendari sepeda tidak sebaik pada saat normal. Hal ini sama dengan kegagapan – dapat meningkat ketika orang tersebut letih, gembira, atau grogi.

Jenis jenis kegagapan

1. Gagap Perkembangan - Terjadi biasanya pada usia 2-4 tahun. Kondisi ini tergolong wajar, karena merupakan rangkaian proses perkembangan bicara sang anak. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidaksinkronan emosi anak dengan pengaturan alat bicara saat berbicara. Gagap perkembangan biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak
2. Gagap Sementara - Anak berusia sekitar 5-8 tahun juga dapat mengalami gagap ini, karena faktor psikologis dari lingkungan, misal kecemasan, kepanikan, ketakutan. Jenis gagap ini akan lenyap sendiri meskipun tanpa terapi tertentu. Sebagai orang tua, kita hanya perlu bersabar dan jangan memarahi anak ketika menunjukkan gejala gagap.
3. Gagap Menetap - Problem gagap ini biasanya dari usia 8 tahun sampai dewasa, bahkan sampai usia lanjut. Bila Sementara ini tidak disembuhkan tuntas, biasanya akan berlanjut sampai dewasa/tua. Penyebab masalahnya biasanya disebabkan oleh faktor psikologis, misalnya stress, kecemasan berlebihan, takut salah bicara, merasa rendah diri, merasa suaranya kurang enak didengar, merasa tidak percaya diri, dll
Blocks atau tertahan : Terjadi ketika anda berhenti berbicara sebelum mengeluarkan suara atau ketika berbicara atau ketika mengucapkan sebuah kata. Hal ini terjadi karena aliran udara, suara, dan otot yang terlibat ketika berbicara tiba-tiba berhenti berkerja sama dan menjadi terhenti.
Pengulangan : Pengulangan terjadi ketika suara, silabel atau sebuah kata diucapkan berulang-ulang. Contohnya:
* Pengulangan pada suara (p-p-p-pulpen)
* Silabel (pup-pup-pup-pulpen)
* Kata-kata (pulpen-pulpen-pulpen)
* Kalimat (pulpennya-pulpennya-pulpennya warna biru)
Perpanjangan: Terjadi ketika anda memanjangkan suara pada saat di awal kata. contohnya: ‘s—–>aya’ atau di dalam kata, contohnya ‘sa—–>ya’. Suara dari aliran nafas keluar tetapi otot yang terlibat untuk menghasilkan kata-kata tidak dapat bergerak.
Berhenti ketika berbicara: Terjadi ketika diam dan bicara yang tidak terkendali. Jeda akan terjadi setelah kata-kata atau di dalam kata-kata.
Orang selalu melakukan sesuatu untuk menyembunyikan kegagapan mereka. Apakah anda melakukan salah satu hal ini?
* Menghindari kata-kata tertentu, suara atau situasi percakapan – Untuk menyembunyikan kegagapan, anda menggunakan kata-kata lainnya, atau membuang beberapa kata tertentu, hingga gagapnya hilang. Anda mungkin akan menghindari situasi pembicaraan yang anda pikir akan membuat anda gagap, seperti pergi dengan teman atau memesan makanan di restoran.
* Berjuang dan berusaha – anda mungkin memiliki perasaan tertekan pada beberapa bagian wajah atau tubuh anda, contohnya rahang, pipi, bibir, kepala dan dada anda.
* Menggerakan bagian tubuh lainnya – Anda mungkin memajukan kepala kedepan dan kebelakang, menggerakkan lengan anda, kaki atau tangan, menutup atau mengedipkan mata anda atau bagian lain dari tubuh anda untuk membantu mengeluarkan suara.
* Pernafasan yang terganggu dan tidak normal – Ketika anda menyadari akan gagap, anda mungkin akan menahan nafas anda, menarik beberapa nafas atau menunjukkan pola pernafasanyang tidak normal.

pengertian gagap bicara

 Apa Kegagapan itu?
Kegagapan adalah sebuah gangguan bicara pada seseorang dimana dia mengetahui apa yang ingin dikatakan tetapi pada saat tersebut dia tidak dapat mengatakannya.
Ketika banyak orang berpikir mengenai gagap, mereka memikirkan kata-kata atau bagian dari kata-kata yang diulang-ulang. Pengulangan ini terjadi pada kegagapan, tetapi anda kemudian menyadari bahwa terdapat hal lain yang ikut mempengaruhi. Kegagapan adalah masalah bicara yang kompleks, yang menyertakan banyak pola bicara yang berbeda dan gerakan tubuh yang menginterupsi aliran kata-kata. Berjuang untuk berbicara, cemas akan berbicara dan menghindari kata-kata dan situasi pembicaraan juga berhubungan dengan kegagapan.
Hal-hal yang memisahkan diri anda dengan orang-orang yang tidak gagap adalah suatu perasaan dimana anda tidak memiliki kendali atas bicara anda. Hal ini berarti bahwa ketika anda ingin berbicara, anda tidak bisa mengatakan apa yang ingin anda katakan

Senin, 05 April 2010

Gangguan belajar

Gangguan belajar meliputi kemampuan untuk memperoleh, menyimpan, atau menggunakan keahlian khusus atau informasi secara luas, dihasilkan dari kekurangan perhatian, ingatan, atau pertimbangan dan mempengaruhi performa akademi. Gangguan belajar sangat berbeda dari keterlambatan mental dan terjadi dengan normal atau bahkan fungsi intelektual tinggi. Gangguan belajar hanya mempengaruhi fungsi tertentu, sedangkan pada anak dengan keterlambatan mental, kesulitan mempengaruhi fungsi kognitif secara luas. Terdapat tiga jenis gangguan belajar : gangguan membaca, gangguan menuliskan ekspresi, dan gangguan matematik. Dengan demikian, seorang anak dengan gangguan belajar bisa mengalami kesulitan memahami dan mempelajari matematika yang signifikan, tetapi tidak memiliki kesulitan untuk membaca, menulis, dan melakukan dengan baik pada subjek yang lain. Diseleksia adalah gangguan belajar yang paling dikenal. Gangguan belajar tidak termasuk masalah belajar yang disebabkan terutama masalah penglihatan, pendengaran, koordinasi, atau gangguan emosional.
Penyebab gangguan belajar
Meskipun penyebab gangguan belajar tidak sepenuhnya dimengerti. Mereka termasuk kelainan pada proses dasar yang berhubungan dalam memahami atau menggunakan ucapan atau penulisan bahasa atau numeric dan pertimbangan ruang. Diperkirakan 3 sampai 15% anak bersekolah di Amerika Serikat memerlukan pelayanan pendidikan khusus untuk menggantikan gangguan belajar. Anak laki-laki dengan gangguan belajar bisa melebihi anak gadis lima banding satu, meskipun anak perempuan seringkali tidak dikenali atau terdiagnosa mengalami ganggun belajar.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan ini, di antaranya:

1. Kelemahan pada proses penglihatan atau visual
Anak yang memiliki kelemahan ini kemungkinan besar akan mengalami diskalkulia. Ia juga berpotensi mengalami gangguan dalam mengeja dan menulis dengan tangan.
2. Bermasalah dalam hal mengurut informasi
Seorang anak yang mengalami kesulitan dalam mengurutkan dan mengorganisasikan informasi secara detail, umumnya juga akan sulit mengingat sebuah fakta, konsep ataupun formula untuk menyelesaikan kalkulasi matematis. Jika problem ini yang menjadi penyebabnya, maka anak cenderung mengalami hambatan pada aspek kemampuan lainnya, seperti membaca kode-kode dan mengeja, serta apa pun yang membutuhkan kemampuan mengingat kembali hal-hal detail.
3. Fobia matematika
Anak yang pernah mengalami trauma dengan pelajaran matematika bisa kehilangan rasa percaya dirinya. Jika hal ini tidak diatasi segera, ia akan mengalami kesulitan dengan semua hal yang mengandung unsur hitungan.

CIRI-CIRI

1.Tingkat perkembangan bahasa dan kemampuan lainnya normal, malah seringkali
mempunyai memori visual yang baik dalam merekam kata-kata tertulis.

2.Sulit melakukan hitungan matematis. Contoh sehari-harinya, ia sulit menghitung transaksi (belanja), termasuk menghitung kembalian uang. Seringkali anak tersebut jadi takut memegang uang, menghindari transaksi, atau apa pun kegiatan yang harus melibatkan uang.

3.membagi,mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan.

4.Terkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi waktu dan arah. Si anak biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah.

5. Mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. Misalnya, ia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang.

6.Sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka, seperti proses substitusi, mengulang terbalik, dan mengisi deret hitung serta deret ukur.

7.Mengalami hambatan dalam mempelajari musik, terutama karena sulit memahami notasi, urutan nada, dan sebagainya.

8.Bisa juga mengalami kesulitan dalam aktivitas olahraga karena bingung mengikuti aturan main yang berhubungan sistem skor.

Cara penanggulanhgan

Diagnosa diskalkulia harus dilakukan oleh spesialis yang berkompeten di bidangnya berdasarkan serangkaian tes dan observasi yang valid dan terpercaya. Bentuk terapi atau treatment yang akan diberikan pun harus berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan dan tingkat hambatan anak secara detail dan menyeluruh. Bagaimanapun, kesulitan ini besar kemungkinan terkait dengan kesulitan dalam aspek-aspek lainnya, seperti disleksia. Perbedaan derajat hambatan akan membedakan tingkat treatment dan strategi yang diterapkan. Selain penanganan yang dilakukan ahli, orang tua pun disarankan melakukan beberapa latihan yang dapat mengurangi gangguan belajar, yaitu:

1.Cobalah memvisualisasikan konsep matematis yang sulit dimengerti, dengan menggunakan gambar ataupun cara lain untuk menjembatani langkah-langkah atau urutan dari proses keseluruhannya.

2.Bisa juga dengan menyuarakan konsep matematis yang sulit dimengerti dan minta si anak mendengarkan secara cermat. Biasanya anak diskalkulia tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara verbal.

3.Tuangkan konsep matematis ataupun angka-angka secara tertulis di atas kertas agar anak mudah melihatnya dan tidak sekadar abstrak. Atau kalau perlu, tuliskan urutan angka-angka itu untuk membantu anak memahami konsep setiap angka sesuai dengan urutannya.

4.Tuangkan konsep-konsep matematis dalam praktek serta aktivitas sederhana sehari-hari. Misalnya, berapa sepatu yang harus dipakainya jika bepergian, berapa potong pakaian seragam sekolahnya dalam seminggu, berapa jumlah kursi makan yang diperlukan jika disesuaikan dengan anggota keluarga yang ada, dan sebagainya.

5.Sering-seringlah mendorong anak melatih ingatan secara kreatif, entah dengan cara menyanyikan angka-angka, atau cara lain yang mempermudah menampilkan ingatannya tentang angka.

6.Pujilah setiap keberhasilan, kemajuan atau bahkan usaha yang dilakukan oleh anak.

7.Lakukan proses asosiasi antara konsep yang sedang diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.

8.Harus ada kerja sama terpadu antara guru dan orang tua untuk menentukan strategi belajar di kelas, memonitor perkembangan dan kesulitan anak, serta melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memfasilitasi kemajuan anak. Misalnya, guru memberi saran tertentu pada orang tua dalam menentukan tugas di rumah, buku-buku bacaan, serta latihan yang disarankan.

Sabtu, 20 Februari 2010

Tunagrahita

Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna berarti merugi.Grahita berarti pikiran. Retardasi Mental berarti terbelakang mental. Pengertian Tunagrahita menurut American Asociation on Mental Deficienci sebagai berikut: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes; yang muncul sebelum usia 16 tahun; yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku.Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun.

Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot. Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi. Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat.

1. Tunagrahita Ringan

Anak yang tergolong dalam tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididikdan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menjahit, memasak, bahkan berjualan. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisik mereka tidak begitu mencolok. Mereka mampu berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra.

2. Tunagrahita Sedang

Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, ketika ditanya siapa nama dan alamat rumahnya akan dengan jelas dijawab. Mereka dapat bekerja di lapangan namun dengan sedikit pengawasan. Begitu pula dengan perlindungan diri dari bahaya. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan sosial anak tunagrahita sedang.

3. Tunagrahita Berat

Anak tunagrahita berat disebut juga idiot. karena dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayanan yang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri apalagi berlindung dair bahaya. Asumsi anak tunagrahita sama dengan anak Idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita yang dimaksud tergolong dalam tungrahita berat.
Melalui sedikit penjelasan tentang anak tunagrahita, semoga pembaca yang masih menganggap semua anak tunagrahita itu anak idiot dan tidak memiliki kemampuan apa-apa tidak lagi berpikiran semacam itu. Setelah mengetahui hal ini pula kiranya dapat disosialisasikan kepada siapa saja yang masih belum tahu.
Anak luar biasa hanya sdikit berbeda dari anak normal. Namun sesungguhnya dibalik “keluarbiasaannya” mereka benar-benar luar biasa. Kepercayaan ialah hal yang sangat dibutuhkan dan menjadi bagian yang sangat berharga. Jangan pernah memandang sebelah mata akan apa yang hanya terlihat dari luarnya saja.

Faktor penyebab tunagrahita

Faktor keturunan (hereditas)
- Bawaan dari orang tua

Faktor sebelum lahir (prenatal)
- Ketika dalam kandungan keracunan, kekurangan gizi, terkena infeksi

Faktor ketika lahir (natal)
- Persalinan yang lama sehingga kehabisan cairan
- Persalinan yang dibantu dengan alat (syaraf terganggu)

Faktor sesudah lahir (post natal)
- Karena sakit, kecelakaan atau karena salah obat


Ciri ciri anak tunagrahita

a. Sindroma Down/mongoloid; dengan ciri-ciri wajah khas mongol, mata sipit dan miring, lidah dan bibir tebal dan suka menjulur, jari kaki melebar, kaki dan tangan pendek, kulit kering, tebal, kasar dan keriput, dan susunan geligi kurang baik.

b. Hydrocephalus (kepala besar berisi cairan); dengan ciri kepala besar, raut muka kecil, tengkorak sering menjadi besar.

c. Microcephalus dan Makrocephalus; dengan ciri ukuran kepala tidak proporsional (terlalu kecil atau terlalu besar)