Minggu, 27 Desember 2009

Cara Mengatasi Masalah Diri Sendiri

Cara mengatasi masalah diri sendiri

Mengatasi masalah bagi saya bisa susah juga bisa gampang diatasi tergantung dari masalah tersebut. Untuk itu saya lebih baik menghindar atau pergi ke suatu tempat yang lebih tenang, untuk menenangkan diri dan merenungkan kembali masalah itu, saya memikirkan kembali apa yang telah saya ucapkan dan saya lakukan. Kalau belum terselesaikan biasanya saya pergi dengan teman yang bisa diajak sharing untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapi.
Memang setiap orang pasti punya masalah tapi kita harus bisa menghadapinya dan menyelesaikan dengan kepala dingin. Jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan berdo’a dan meminta kepada Tuhan YME untuk diberi kekuatan, karena Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada manusia melampaui batas kemampuan manusia tersebut.

Anak Indigo

Anak indigo

Anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.
Banyak anak-anak sekarang yang terkategorikan sebagai Anak Indigo, juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika. Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”. Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80 %) dari anak-anak di bawah 12 tahun, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat Indigo dewasa. Anak-anak ini teridentifikasi melalui adanya karakteristik yang unik. Mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.
Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.

 Karakteristik Anak Indigo :

1.Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.
 CIRI-CIRI ANAK INDIGO
Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. “Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensoryperception) alias indra keenam,” kataErwin. Menurutnya, kemampuan ESP bisa menjelajah ruang dan waktu.
Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan, ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang. Ketika dia bicara sekarang, tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang disebut menjelajah waktu. Anak indigo biasanya banyak bertanya dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. “Kenapa harus sekolah berjam-jam? ”Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, sianak pasti akan berontak. Karena itu, para orangtua mesti menjawab imperesi-imperesi yang dikemukakan si anak.
Definisi “anak indigo”, dikutip dari sebuah buku “Indigo Child” yang ditulis bersama Lee Carrol dan Jan Tober. Dalam buku tersebut, ia menggunakan kata “indigo” untuk melukiskan semua anak-anak baru yang memasuki bumi. Tetapi, indigomenampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda dengan sebagaian besar ketakjuban seperti sebelumnya. Mereka mempunyai keunikan yang sama, sehingga orang-orang yang saling berinteraksi dengan mereka perlu mengubah sikap dan menyesuaikan pola pendidikan anak-anak ini.

 Tips menjadi orangtua indigo
1. Bersikap jujur
2. Jangan manipulasi
3. Tunjukkan sikap menghargai
4. Bangunlah kemampuan mereka
5. Pahami sensitifitas emosi dan fisik mereka
6. Bantu mereka membangun kesadaran atas keadaan indigo dan misi hidup mereka

Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan Terhadap Anak

Pada kasus kekerasan terhadap anak, sang anak sebagai korban berada dalam posisi benar-benar tak berdaya. Dari segi fisik, anak jelas tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi manusia dewasa yang seolah-olah adalah raksasa baginya. Ada banyak macam jenis kekerasan yang terjadi terhadap anak. Pertama adalah kekerasan yang terjadi di sekitar rumah, yang dimana biasanya para pelakunya adalah orang tua kandung maupun tiri, paman, bibi atau mungkin pula saudara. Kedua, kekerasan yang terjadi dilingkungan, para pelakunya tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan mereka seperti tetangga atau teman bermain. Dan yang ketiga adalah dari pendidikan, ini lebih cenderung kepada kebijakan-kebijakan pemerintah dan sekolah.
Kekerasan terhadap anak yang timbul didalam rumah sudah sangat sering terjadi tetapi banyak masyarakat yang menganggap sebagai hal yang biasa. Di lingkungan anak, sangat mudah terjadi kekerasan-kekerasan seperti tawuran, perjudian, narkoba dan banyak hal yang lain yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Ketika kita berbicara tentang kekerasan pendidikan, maka kita akan menghadapi kekerasan yang lebih bersifat struktural seperti kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat merugikan anak. Seperti pada hal penyeragaman kurikulum, seragam, dan buku-buku sekolah. Bagi sebahagian orang itu bukan merupakan suatu hal yang besar, tetapi bila kita melihat anak yang tidak mampu semua itu akan menjadi kekerasan dan terhadapnya.
Kekerasan terhadap anak juga bisa tergolong kedalam beberapa bentuk kekerasan, seperti eksploitasi terhadap anak yaitu Perlakuan yang salah, dengan mengambil keuntungan atas diri orang lain, untuk kepentingan pribadi. Misalnya menyuruh anak belerja untuk membayar hutang orang tuanya, atau menyuruh anak melakukan pekerjaan ilegal seperti, melibatkan anak dalam prostitusi untuk kepentingan orang lain, sehingga berbagai bentuk hak-hak anak terjajah dan merampas masa depannya. Dari berbagai kasus dan pemaparan tentang kekerasan diatas, dapat dilihat bahwa perhatian sebahagian masyarakat maupun pemerintah jelas sangat kecil. Terulangnya berbagai kasus kekerasan sudah merupakan bukti bahwa hak-hak anak telah terabaikan.
jika anak sering mendapatkan kekerasan, perkembangan fisiknya akan terganggu dan mudah diamati. Secara psikologis anak akan menyimpan semua derita yang ditanggungnya. Anak akan mengalami berbagai penyimpangan kepribadian seperti menjadi pendiam, atau sebaliknya menjadi agresif, mudah marah, konsep dirinya negatif, mudah mengalami depresi. Dan yang akan lebih memprihatinkan adalah anak akan menyakini kekerasan adalah cara atau alternatif yang dapat diterima dalam menyelesaikan sebuah konflik (permasalahan). Para pelaku kekerasan tidak pernah menyadari akan akibat-akibat yang timbul dikemudian hari. Misalnya, orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan alasan mendisiplinkan anak dan kurikulum di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan anak padahal yang terjadi malah sebaliknya.
Banyak faktor penyebab timbulnya kekerasan anak diantaranya pelaku dahulu dibesarkan dengan kekerasan, stress dan kemiskinan, isolasi sosial dan ganguan mental atau ketidak staSampai sekarang ini telah banyak masyarakat menyadari tentang perlunya advokasi terhadap kekerasan anak. Banyak lembaga-lembaga swadaya masyarakat atau perseorangan yang melakukan advokasi atau pendampingan terhadap anak-anak korban kekerasan fisik maupun structural oleh karena itu, maka kami akan memprogramkan untuk mengadvokasii kekerasan terhadap anak dalam dengan cara melakukan penyuluhan terhadap orang tua si-anak sehingga mampu mengwujudkan kepedulian dalam menjaga hak-hak si-anak dan juga meredam kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak terutama anak di bawah umur. Dengan mensosialisasikan isi Konvensi hak Anak mungkin merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi anak sebagai masa depan bangsa.

Jumat, 25 Desember 2009

Pornografi di Kalangan Anak-Anak

Pornografi di Kalangan Anak-Anak

Pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi berbeda dari erotika. Dapat dikatakan, pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri adalah penjabaran fisik dari konsep-konsep erotisme. Kalangan industri pornografi kerap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme namun mengakibatkan kekacauan pemahaman di kalangan masyarakat umum.Para orang tua harus mengerti perkembangan Teknologi saat ini, jika ingin anaknya terjaga dari pengaruh negatif perkembangan teknologi yang begitu pesat khususnya Internet. Karena jika tidak, maka anak akan berkembang memahami teknologi tanpa arahan yang akhirnya terbiasa dengan dunia pornografi yang makin marak di dunia internet.
Padahal dalam Internet tidak selalu pornografi yang dikedepankan, banyak pembelajaran yang sekiranya bisa mengarahkan pada kekreatifan anak sehingga anak mampu berkembang mandiri meski berkecimpung dalam dunia maya. Banyak media yang dijadikan penyebaran pornografi baik HP, maupun internet itu sendiri. Maka salah besar bagi mereka yang mengasumsikan internet pada hal pornografi saja. Semua tergantung pada orang yang mengoperasikan, Bukan alatnya yang salahkan. Tapi bagaimana pemanfaatan media yang ada sebagai sumber pengembangan diri pada suatu yang positif sehingga anak mampu hidup dan bertahan di tengah perkembangan teknologi yang tak terbendung lagi.
Pendidikan dasar hendaknya sudah mengarahkan pada pemanfaatan teknologi, sehingga anak tidak belajar memanfaatkan teknologi dari luar sekolah yang mana belum jelas kemana arah yang pembelajarannya. Maka sebagai guru di lembaga pendidikan dasar juga harus menguasai atau paling tidak mengenal teknologi tersebut. Jangan sampai masa bodoh dengan keberadaan teknologi yang dalam tanda kutip sebagai media transformasi pornografi.

 Bahayanya bagi anak-anak

seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

 Ciri Kecanduan Internet

Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

 Cara Menghindari Bahaya Internet

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet.
a. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang internet
b. Letakkan computer di tempat yang mudah terlihat
c. Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri
d. Batasi penggunaan internet
e. Jaga komunikasi yang baik dengan anak

Semua orang-tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.

ABORSI

Abortus
Secara medis, aborsi adalah berakhirnya atau gugurnya kehamilan sebelum kandungan mencapai usia 20 minggu, yaitu sebelum janin dapat hidup di luar kandungan secara mandiri. Tindakan aborsi mengandung risiko yang cukup tinggi, apabila dilakukan tidak sesuai standar profesi medis. Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal denagn istilah ‘’abortus’’.Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi yaitu:
1. Aborsi spontan / alamiah
2. Aborsi buatan / sengaja
3. Aborsi teurapetik / medis

Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apaun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.
Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilansebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatau akibat tindakan yang tidak disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi ( bidan atau dukun beranak ).
Aborsi teurapatik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medic. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi atau jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.
 Alasan melakukan tindakan aborsi tanpa rekomendasi medis adalah:
1. Ingin terus melanjutkan sekolah atau kuliah. Perlu dipikirkan oleh pihak sekolah bagaimana supaya tetap dipertahankan sekolah meski sedang hamil kalau terlanjur.
2. Belum siap menghadapi orang tua atau memalukan orang tua dan keluarga. Hal ini juga perlu legawa orang tua karena psikologis anak sangat besar.
3. Malu pada lingkungan sosial dan sekitarnya.

4. Belum siap baik mental maupun ekonomi untuk menikah dan mempunyai anak.
5. Adanya aturan dari kantor bahwa tidak boleh hamil atau menikah sebelum waktu tertentu karena terikat kontrak.
6. Tidak senang pasangannya karena korban perkosaan.
 Beberapa akibat yang dapat timbul akibat perbuatan aborsi, yaitu:
1. Pendarahan sampai menimbulkan shock dan gangguan neurologis/syaraf di kemudian hari, akibat lanjut perdarahan adalah kematian.
2. Infeksi alat reproduksi yang dilakukan secara tidak steril. Akibat dari tindakan ini adalah kemungkinan remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah.
3. Risiko terjadinya ruptur uterus (robek rahim) besar dan penipisan dinding rahim akibat kuretasi. Akibatnya dapat juga kemandulan karena rahim yang robek harus diangkat seluruhnya.
4. Terjadinya fistula genital traumatis, yaitu timbulnya suatu saluran yang secara normal tidak ada yaitu saluran antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan.

Bahaya dan berisiko tindakan aborsi ini maka sebaiknya berpikirlah ribuan kali untuk melakukannya. Marilah selagi masih bisa mencegah, cegahlah tindakan aborsi demi kesehatan dan keselamatan kecuali ada kondisi khusus yang mengharuskan.

Rabu, 23 Desember 2009

Bunuh Diri

Bunuh diri
Bunuh diri adalah perbuatan yang dengan sengaja untuk memutuskan kehidupan dengan berbagai macam alasan.
Dalam kehidupan ini seseorang mempunyai berbagai macam masalah yang mau tidak mau harus dihadapi demi tercapainya kelangsungan hidup seseorang. Setiap orang berbeda-beda dalam menghadapi dan menyikapi berbagai masalah sebagian orang bisa menerima masalah dengan lapang dan yakin bahwa itu adalah suatu ujian, tetapi ada juga seseorang yang menganggap masalah adalah suatu musibah. Sehingga orang tersebut bisa putus asa dan melakukan tindakan diluar dugaan, seperti seseorang yang mempunyai penyakit yang susah diobati sehingga orang tersebut putus asa dan depresi, sehingga orang tersebut memutuskan untuk menghentikan pengobatan guna mengakhiri penderitannya, hal ini bisa dikenal dengan tindakan euthanasia.

 Pengertian Euthanasia

Euthanasia adalah tindakan pemutusan kehidupan dalam maksud membebaskan pasien dari penderitaan yang tidak tersembuhkan.
Suatu kommissie dari Gezondheidsraad (Belanda) merumuskan : “Euthanasia adalah perbuatan yang dengan sengaja memperpendek hidup ataupun dengan sengaja tidak berbuat untuk memperpanjang hidup demi kepentingan si pasien oleh seorang dokter ataupun bawahanyang bertanggung jawab kepadanya.

 Macam-macan euthanasia
1. Euthanasia aktif
Ini adalah perbuatan yang dilakukan secara aktif oleh dokter untuk mengakhiri hidup seseorang (pasien) yang dilakukan secara medis. Biasanya dilakukan dengan penggunaan obat-obatan yang bekerja cepat, dan mematikan.
2. Euthanasia Pasif
Ini adalah perbuatan menghentikan atau mencabut segala tintakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia, sehingga pasien diperkirakan akan meninggal setelah tindakan pertolongan dihentikan.
3. Euthanasia Volunter
Euthanasia jenis ini adalah penghentian tindakan pengobatan atau mempercepat kematian atas permintaan pasien.
4. Euthanasia Involunter
Ini adalah yang dilakukan pada pasien dalam keadaan tidak sadar dimana tidak mungkin untuk menyampaikan keinginannya, dalam hal ini dianggap family pasienyang bertanggung jawab atas penghentian bantuan pengobatan. Perbuatan ini sulit dibedakan dengan pembunuhan kriminal.

 bunuh diri dapat terjadi apabila :
1. Pasien pernah mencoba bunuh diri
2. Keinginan bunuh diri dinyatakan secara terang-terangan maupun tidak atau berupa ancaman
3. Secara objektif terlihat adanya mood yang depresif atau cemas
4. Baru mengalami kehilangan yang bermakna
5. Perubahan perilaku yang tidak terduga
6. Perubahan sikap yang mendadak, tiba-tiba gembira, marah atau menarik diri
7. Penyalahgunaan drug

 Cara mengatasi bunuh diri
1. Harus berusaha membebaskan diri dari orang-orang yang menekan kita.
2. Menjalani jalan yang kita pilih sendiri, dan menjadi diri sendiri seperti yang kita inginkan.
3. Setiap orang bebas memilih jalan hidupnya masing-masing
4. Apakah kamu punya minat terhadap suatu bidang, seperti bernyanyi, membuat kerajinan, melukis, atau apa pun. Kembangkanlah! Asah kemampuanmu supaya kamu tidak dipandang sebelah mata lagi.
5. Jangan mudah terayu, jangan mudah putus asa karena kebahagiaan tidak akan diraih oleh air mata tetapi oleh keringat...

Jumat, 18 Desember 2009

Metroseksual

Metroseksual

Lelaki yang sangat peduli terhadap tubuh dan penampilannya dan menghabiskan waktu berjam-jam didepan cermin mengurusi penampilan diri, Lelaki yang dalam merawat tubuhnya tidak kalah dari perempuan. Memakai parfum, facial, pembersih wajah, pelembap (moisturizer), spa, atau bahkan merawat kuku-kukunya.

Manusia memang selalu menjadi objek penelitian yang menarik diberbagai bidang ilmu pengetahuan, masih banyak misteri pada diri manusia yang belum terungkap. Demikianpun perilaku manusia, banyak teori dan model-model yang telah dikembangkan agar dapat memahami perilaku yang komplek dari mahluk yang bernama manusia. Banyak teori yang sudah diciptakan untuk dapat memahami hal-hal yang mendasari seseorang untuk bertingkah laku; kenapa, bagaimana, kapan, siapa, dan dimana sajakah lingkungan atau suatu hal dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

Faktor genetik atau keturunan merupakan faktor yang sulit untuk diintervensi karena bersifat bawaan dari orang tua. Penyakit atau kelainan-kelainan tertentu seperti diabetes mellitus, buta warna, albino, atau yang lainnya, bisa diturunkan dari orang tua ke anak-anaknya atau dari generasi ke generasi. Pencegahannya cukup sulit karena menyangkut masalah gen atau DNA. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan menghindari gen pembawa sifatnya.

Tujuan

a)Menggambarkan perilaku metroseksual yang sedang berkembang di masyarakat.

b)Menjelaskan faktor-faktor penyebab atau pembentuk dari perilaku metroseksual.

c)menjelaskan dampak kesehatan dan ekonomi perilaku metroseksual.

Manfaat

a)Mendapatkan gambaran perilaku metroseksual yang sedang berkembang di masyarakat.

b)Mengetahui faktor-faktor penyebab atau pembentuk dari perilaku metroseksual.

c)Mengetahui dampak yang mungkin ditimbulkan oleh perilaku metroseksual.

Cara tetap berlaku baik kepada orang yang telah menyakiti

Cara tetap berlaku baik kepada orang yang telah menyakiti

Mencintai orang yang kita cintai adalah pekerjaan yang mudah sekali. Karena akan kita lakukan dengan sukarela, senang hati, sepenuh perasaan dan segenap jiwa. Tetapi ketika kita berhadapan dengan situasi sebaliknya : seseorang yang kita ‘benci’, karena telah menyakiti kita,...maka apakah kita juga tetap mesti mencintainya ??? Kita hanya boleh membenci perbuatannya, yang menyebabkan kita tersakiti, dan bukan orangnya !! Kita mesti memaafkan dia atas perbuatan ‘bodoh’ dan ‘khilaf’nya yang tak disadari telah menyakiti hati kita, dan memohon membukakan mata dan hatinya agar menyadari kesalahannya. Dan itu hanya bisa kita lakukan, jika kita tak lagi memiliki dendam di hati.

Mencintai orang yang menyakiti kita adalah suatu perbuatan yang luar biasa indah,..sepanjang itu dilakukan sepenuh hati. Karena tak ada tempat bagi dendam dan benci !! Inilah cara ampuh agar orang yang menyakiti kita sadar bahwa kita tetap berlaku baik padanya, seolah tak ada sesuatupun terjadi , yang pada akhirnya akan berbalik membuat ia malu dan meminta maaf pada kita, karena menyadari kebesaran hati dan jiwa kita.
Mudah untuk diucapkan, sulit untuk diamalkan !! Tetapi satu yang mesti diingat : apakah kita jadi lebih bahagia karena hidup bersama dendam, yang membakar akal sehat kita? Sementara dendam akan menggerogoti hati kita hingga penuh lubang. Dendam juga seperti api yang membakar kebaikan.

Bagaimana dampak kesehatan mental dari orang yang selalu bergantung dengan orang lain atau ketergantungan

Bagaimana dampak kesehatan mental dari orang yang selalu bergantung dengan orang lain atau ketergantungan

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung pada orang lain hingga individu tersebut patuh dan terikat erat perilakunya dan takut akan terpisah dengan orang itu. Perilaku ketergantungan dan kepatuhan muncul dari perasaan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah tanpa bantuan orang lain.
Dinyatakan sebagai gangguan bila perilaku-perilaku tersebut menjadi menetap dan sangat mengganggu dan menimbulkan distres. Ganguan kepribadian dependen haruslah dipisahkan (diperhatikan) antara anak-anak dan orang dewasa, pada anak mungkin saja perilaku ini masih dalam tahap perkembangan.

FAKTOR PENYEBAB

Gangguan kepribadian ini dimulai di awal masa dewasa. Pada dasarnya perilaku ketergantungan adalah hal yang lumrah terjadi pada masa kanak-kanak, namun demikian ketika anak tumbuh menjadi dewasa, perilaku tersebut tidak menjadi hilang. Akibatnya, perilaku ketergantungan tersebut tetap ada sampai menjelang masa dewasa yang kemudian membentuk gangguan kepribadian dependen. Faktor penyebab lainnya adalah sakit berkepanjangan dan kecemasan yang muncul dari perpisahan dengan orangtua, atau orang lain yang sangat dicintainya pada masa kanak-kanak

SIMTOM

1) Kesulitan dalam membuat keputusan setiap harinya tanpa adanya nasehat dan dihibur oleh orang lain

2) Membutuhkan orang lain untuk memikul tanggungjawab pada sebagian besar dalam hidupnya

3) Takut untuk menunjukkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap orang lain dikarenakan takut kehilangan support dan persetujuan dari orang tersebut (tidak termasuk ketakutan nyata untuk balas jasa orang lain)

4) Sulit melakukan suatu pekerjaan tertentu tanpa bantuan orang lain (disebabkan rendahnya rasa percaya diri, kurangnya motivasi dan energi)

5) Membutuhkan orang lain yang memberikan dukungan atau teman ketika berpergian atau melakukan suatu pekerjaan yang tidak disukainya.

Cognitive behavioral therapy

Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik relaksasi dan meditasi secara tepat. Terapi ini melatih individu mengontrol emosi negatif, melatih diri agar tidak tergantung pada orang lain dan pengambilan keputusan yang lebih konstruktif tanpa dipengaruhi oleh perasaan negatif.

Arti Sahabat

Arti Sahabat

Sahabat adalah orang yang paling dipercaya, yang bisa diajak cerita tentang masalah kita, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun sahabat ada disamping kita untuk menemani kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.

Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih senang dari kita. Ia menjadi zat penting yang memberi warna dalam kehidupan kita.
Sahabat itu teman curhat, ngga ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga atau pacar yaitu kepada sahabat kita. Sahabat itu adalah dewa penolong. Butuh bantuan, butuh pertolongan kenapa engga lari ke sahabat. Siapa tau dia bisa bantu, bisa kasih solusi, atau paling tidak sekedar opini. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas. Belajar mandiri ceritanya.

Sahabat itu cermin bagi diri kita, rujukan tempat kita mengekspresikan diri. Sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Misalnya kalau kaki kita terantuk batu, pasti dengan mulut refleks akan bilang “aduh”, tangan langsung mengusap dan mengobatinya, tanpa diminta dan tanpa disuruh, begitu juga seorang sahabat dia akan punya kesadaran diri kalau sahabatnya sedang dalam kesulitan, dan itu dilakukan atas dasar keikhlasan bukan paksaan apalagi pamrih, ya seperti tubuh kita yang sakit tadi.

Kamis, 17 Desember 2009

harta bukan segalanya bagi anak broken home

Harta bukan segalanya bagi anak broken home

Broken Home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home sangat berpengaruh besar pada mental seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan seorang pelajar tidak mempunyai minat untuk berprestasi.
Pada umumnya penyebab utama dalam broken home adalah perceraian orang tua, sehingga anak menjadi tidak nyaman dengan keadaan seperti itu. Dalam setiap kasus broken home, anak selalu menjadi atau dijadikan korban.. Karena orangtua kerap melibatkan anak dalam konflik keluarga. Banyak orangtua yang saling tarik-menarik anak saat konflik berlangsung dengan alasan cinta. Anak yang menjadi terombang-ambing antara dua orang yang mengaku paling menyayanginya. Adakah cinta orangtua yang tidak saling mencintai untuk anak yang membutuhkan cinta tulus?
Ironisnya, banyak diantara anak korban broken home yang memilih lari dari keluarganya dan bersahabat dengan narkoba atau hal-hal negatif lainnya. Dalam beberapa kasus, orangtua malah menyalahkan anak yang tidak bijak memilih pergaulan atau justru saling menyalahkan yang menambah beban pikiran anak. Jika dibiarkan, hal tersebut akan menghilangkan kepercayaan anak terhadap orangtua. Akhirnya, keberadaan orangtua tidak lagi dianggap penting oleh anak. Kadang-kadang orang tua menunjukkan rasa kasih sayang itu dengan materi yang berlebihan, secara tidak langsung materi tidak terlalu butuh tetapi yang di butuhkan adalah kasih sayang orang tua yang benar-benar sosok seorang ibu atau ayah yang bisa melindungi dan mengerti perasaan pada anak tersebut.

Pengaruh broken home

•Anak akan sulit belajar kaena kekacauan di rumah, juga akan sangat mengganggu ketenangan dan kestabilan jiwa anak.

•Akan merasa malu dan minder terhadap orang di sekitarnya karena kondisi orang tuanya yang sedang dalam keadaan “Broken Home”.

•Tekanan mental itu mempengaruhi kejiwaannya sehingga dapat mengakibatkan stress dan frustrasi bahkan seorang anak bisa mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

•Akan sulit untuk bergaul dengan teman di llingkungan sekitarnya.

•Akan terpengaruh dengan narkoba dan yang lainnya.

Cara mengatasi

•Berpikir positif misalanya, Peristiwa yang kita alami kita lihat dari sisi positifnya. Karena di balik semua masalah pasti ada hikmah yang dapat kita petik. Jadikan itu semua sebagai proses pembelajaran bagi kita sebagai remaja menuju tahap kedewasaan. Jauhkan segala pikiran buruk yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kehancuran.

•Mencoba hal yang baru cari hobi apa saja yang membuat kita nyaman dan positif supaya pikiran kita lebih fresh.

•Cari tempat untuk berbagi di saat kita lagi sedih atau banyak masalah dan harus lebih terbuka.

Senin, 23 November 2009

kleptomania terjadi pada anak-anak

Kleptomania Terjadi Pada Anak-Anak

Kleptomania adalah klepto diartikan sebagai suatu kecendrungan yang dimiliki seseorang untuk mengambil benda-benda milik orang lain, dengan atau tanpa sepengetahuan orang tersebut. Mania berarti dilakukan berulang kali dan menjadi suatu kebutuhan untuk orang tersebut. Kleptomania sebenarnya sama saja dengan mencuri karena intinya adalah mengambil milik orang lain. Kleptomania sebenarnya bukanlah suatu kecendrungan yang dibawa sejak lahir, namun hal tersebut terjadi karena proses pengkondisian diri lingkungan sosial. Jika dibiarkan dan tidak ditangani maka seiring dengan usia, perilaku kleptomania akan berkembang menjadi perilaku-perilaku buruk yang lain seperti berkata bohong, menyangkal, menyalahkan orang lain, tidak bertanggung jawab dan memanipulasi fakta yang kesemuanya akan bermuara pada pembentukan sifat kurang peka terhadap perasaan orang lain atau yang lebih parah adalah tingkah laku yang anti sosial atau psikopat..

Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya. Penyakit ini pada umum muncul usia 5-6 tahun atau sebelum sekolah. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid, atau borderline personality disorder. Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatic dan keracunan karbon monoksida.

 Cara untuk terhindar dari kleptomania

1. Menanamkan konsep kepemilikan
Dengan memahami konsep kepemilikan maka anak akan bertanggung jawab dengan barang-barang miliknya dan menghormati barang orang lain. Jika dia menginginkan barang orang lain, anak harus minta izin terlebih dahulu. Untuk mengasah empatinya, diskusikan dengan anak apa yang dia rasakan jika barang yang dimilikinya diambil oleh orang lain tanpa izin.

2. Membiasakan bersikap jujur
Tanamkan pada anak untuk selalu berkata dan bersikap jujur karena itu adalah modal untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.

3. Menjadi teladan
Orang tua harus menjadi contoh yang baik karena mereka selalu melihat apa yang orang tua lakukan.

4. No labelling
Jangan kacaukan upaya perbaikan sikap anak dengan mengungkit-ungkit peristiwa pencurian yang telah dia lakukan, apalagi ditambah dengan memberikan julukan "si klepto" atau "tukang nyuri" karena saat dipanggil dengan julukan tersebut maka dia akan berperilaku sesuai dengan julukannya.

5. Ingatkan bahwa selalu "ada yang Maha Melihat"
Dengan memberikan pendidikan agama sejak dini, kita bisa memasukkan konsep Ketuhanan dan mengingatkan anak bahwa dimanapun mereka berada, tidak akan pernah sendirian karena Tuhan selalu melihat apa saja yang mereka lakukan. Dan Tuhan akan menyayangi anak-anak yang berbuat baik.

Keberhasilan dalam penanganan masalah ini sangat tergantung pada konsistensi, kesabaran dan kekompakan keluarga serta orang-orang di sekitar seperti guru dan kerabat. Dan ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kleptomania

Sabtu, 21 November 2009

Halusinasi

Halusinasi
Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsangan nyata terhadap indera. Kualitas nyata terhadap penderita sangat jelas, substansial dan berasal dari luar ruangan nyatanya. Definisi ini dapat membedakan halusinasi dengan mimpi, berkhayal, ilusi, dan pseudohalusinasi (tidak sama dengan persepsi sesungguhnya, namun tidak dalam keadaan terkendali). Contoh dari fenomena ini adalah dimana seseorang mengalami gangguan penglihatan, dimana ia merasa melihat suatu objek, namun indera penglihatan orang lain tidak dapat menangkap objek yang sama.
Halusinasi juga harus dibedakan dengan delusi pada persepsi, dimana indera menangkap rangsang nyata, namun persepsi nyata yang diterimanya itu diberikan makna yang dan berbeda (bizzare). Sehingga orang yang mengalami delusi lebih percaya kepada hal-hal yang atau tidak masuk logika.
Halusinasi dapat dibagi berdasarkan indera yang bereaksi saat persepsi ini terbentuk, yaitu
Halusinasi visual
Halusinasi audiotori
Halusinasi olfaktori
Halusinasi gustatory
Halusinasi taktil

Pencetus terjadinya halusinasi
1. sori Sakit dengan panas tinggi sehingga mengganggu keseimbangan tubuh.
2. Gangguan jiwa skizofrenia
3. Pengkonsumsian narkoba atau narkotika tertentu seperti: ganja, morphin, kokain dan Itd
4. Trauma yang berlebihan

HALUSINASI

Menurut fortinash (1955) Adalah ketidakmampuan klien dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulus yang ada sesuai yang diterima oleh panca indra yang ada. Halusinasi menurut Sheila L videbeck (2000) adalah persepsi sensori yang salah atau persepsi eksternal yang tidak realita atau tidak ada. Halusinasi menurut Towsend (1998) adalah suatu keadaan dimana individu mengalami suatu perubahan dalam jumlah atau pola rangsang yang mendekat (baik yang dimulai secara eksternal maupun internal) disertai dengan respon yang berkurang dibesar-besarkan, distorsi atau kerusakan rangsang tertentu Dari keempat pengertian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa halusinasi adalah persepsi yang timbul tanpa stimulus eksternal serta tanpa melibatkan sumber dari luar yang meliputi semua system panca indra.

Faktor predisposisi dari halusinasi menuruut Stuart & Laraia (1998) adalah aspek biologis, psikologis, genetik, sosial dan biokimia. Dari predisposisi tersebut pada klien Y yang dominan adalah faktor sosial karena klien menikah dalam usia muda (belum siap fisik dan psikis)dan orang tua klien bercerai pada saat klien berusia 11 tahun dan faktor psikologis dimana klien mempunyai kepribadian tertutup. Jika tugas perkembangan terlambat atau hubungan interpersonal terganggu, maka individu akan mengalami stress atau kecemasan. Beberapa faktor di masyarakat dapat membuat seseorang terisolasi dan kesepian sehingga menyebabkan kurangnya rangsangan dari eksternal. Stress yang menggangggu sistem metabolisme tubuh akan mengeluarkan suatu zat yang bersifat halusinogen. menggangggu sistem metabolisme tubuh akan mengeluarkan suatu zat yang bersifat halusinogen.
klien, biasanya hal ini untuk pengembangan koping menghindari kenyataan yang tidak menyenangkan diganti dengan hayalan yang menyenangkan.
Masalah keperawatan yang menjadi penyebab munculnya halusinasi adalah harga diri rendah dan isolasi sosial (Stuart & Laraia, 1998). Akibat rendah diri dan kurangnya keterampilan mengakibatkan sosial klien menjadi menarik diri dari lingkungan.selanjutnya klien akan lebih terfokus pada dirinya sendiri. Stimulus inernal akan menjadi lebih dominan daripada stimulus eksternal. Klien lama kelamaan akan kehilangan kemampuanmembedakan stimulus internal dengan stimulus eksternal. Ini memicu terjadinya halusinasi. Selain itu akibat lanjut dari kondisi rendah diri dan kuranngnya kemampuan klien berhubungan dengan orang lain yang membuat klien menarik diri dari lingkungan membuat klien mengalami penurunan motivasi karena ia merasa tidak mampu melakukan apapun sehingga akan memunculkan masalah kurangnya perawatan diri klien.
Masalah keperawatan rendah diri yang terjadi pada klien dapat didukung oleh koping keluarga tidak efektif: kurang pengetahuan, ketidakmampuan merawat klien dan bahkan menolak klien berada di rumahnya. Hal ini dapat membuat klien kurang mendapat penguatan terhadap kemampuan yang ia miliki sehinggga klien menganggap dirinya makin tidak berharga dan mengakibatkan keluarga kurang tepat dalam menanganni klien di rumah atau regimen therapeutik tidak efektif.
Menurut Towsend & Mary (1995), tanda dan gejala halusinasi adalah sebagai berikut:
1. Berbicara, senyum dan tertawa sendirian.
2. Mengatakan mendengar suara, melihat, menghirup, mengecap dan merasa sesuatu yang tidak nyata.
3. Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
4. Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan hal tidak nyata, serta tidak mampu melakukan asuhan keperawatan mandiri seperti mandi, sikat gigi, berganti pakaian dan berhias yang rapi.
5. Sikap curiga, bermusuhan , menarik diri, sulit membuat keputusan, ketakutan, mudah tersinggung, jengkel, mudah marah, ekspresi wajah tegang, pembicaraan kacau dan tidak masuk akal, banyak keringat.

Dibawah ini beberapa tipe dari halusinasi (Cancro & Lehman, 2000):
1. Halusinasi Pendengaran
Mendengar suara-suara, sering mendengar suara-suara orang berbicara atau membicarakannya, suara-suara tersebut biasanya familiar. Halusinasi ini paling sering dialami klien dibandingkan dengan halusinasi yang lain.
2. Halusinasi Penglihatan
Melihat bayangan yang sebenarnya tidak ada, seperti cahaya atau seseorang yang telah mati.
3. Halusinasi Penciuman
Mencium bau-bau padahal di tempat tersebut tidak ada bau. Tipe ini sering ditemukan pada klien dengan dimensia seizure atau mengalami gangguan cerebrovaskuler.
4. Halusinasi Sentuhan
Perasaan nyeri, nikmat atau tidak nyaman padahal stimulus itu tidak ada.
5. Halusinasi Pengecapan
Termasuk rasa yang tidak hilang pada mulut, perasaan adanya rasa makanan dan berbagai zat lainnya yang dirasakan oleh indra pengecapan klien.
Bermacam-macan bentuk halusinasi
1. Halusinasi auditorik (pendengaran)
Halusinasi ini sering berbentuk :

a. Akoasma, yaitu suara-suara kebisingan tanpa dapat dibedakan makna secra jelas.

b. Phonema, yaitu suara-suara dari manusia berupa kalimat. Penderita mendengar kalimat-kalimat secara jelas atau potongan kalimat (kata) tertentu saja

2. Halusinasi visual (penglihatan)
Penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi pada penderita psikotik dan schizophrenia menimbulkan ketakutan luar biasa. Individu merasa dirinya terancam karena "melihat" orang-orang yang ingin membunuhnya, mencari atau menangkapnya. Halusinasi ini kadang juga dalam bentuk cahaya.

3. Halusinasi olfaktorik (pembauan)
Penderita merasa mencium sesuatu yang tidak dia sukai.

4. Halusinasi gustatorik (pengecap)
Halusinasi ini sangat jarang dilaporkan atau dijumpai. Individu mengecap sesuatu yang tidak disukainya, pada penderita schizophrenia berperilaku meludah secara terus-menerus karena merasakan rasa yang tidak disukainya.

5. Halusinasi taktil (perabaan)
Halusinasi ini sering dijumpai pada pencandu narkotika dan obat terlarang.

6. Halusinasi haptik
Halusinasi ini biasanya beriringan dengan halusinasi taktil dimana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan individu atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pencandu narkoba

Halusinasi ini biasanya beriringan dengan halusinasi taktil dimana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan individu atau benda lain. Seringkali halusinasi haptik ini bercorak seksual, dan sangat sering dijumpai pada pencandu narkoba.

7. Halusinasi kinestetik
Penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita schizophrenia dan pencandu narkoba.
8. Halusinasi autoskopi
Penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

9. Halusinasi mikrokospik
Beberapa gangguan kecemasan seperti obsesif kompulsif merasakan sesuatu yang bergerak-gerak (seperti kuman, bakteri, insekta) diatas kulitnya.


Beberapa kondisi yang memungkinkan kemunculan halusinasi.

1. Demam tinggi
2. Keracunan atau penggunaan marijuana (ganja), LSD, kokain (crack), heroin
3. Dimensia atau delirium
4. Kerusakan panca indera seperti kebutaan dan tuli
5. Beberapa kondisi medis seperti kegagalan hati, kanker otak
6. Kondisi psikiatrik seperti schizophrenia, depresi dengan psikotik, dan PTSD (post traumatic stress disorder)

sopan santun dan makna sopan santun

Sopan Santun dan Makna Sopan Santun
Sopan santun adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang lain, sopan santun juga dapat di pandang oleh suatu masyarakat mungkin sebaliknya masyarakat juga dapat di pandang oleh masyarakat lain. Memang tidak mudah untuk menerapkan sopan santun pada diri kita sendiri, tetapi jika orangtua kita berhasil mengajarkan sopan santun sejak kecil maka kita akan tumbuh menjadi seseorang yang bisa menghormati dan menghargai orang lain. Kita dapat menunjukan sikap sopan santun dimana saja, misalnya kita sebagai mahasiswa harus sopan terhadap dosen. Sopan santun diperlukan ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, dengan terutama kepada:
1.yang lebih tua: orang tua, guru, atasan
2.yang lebih muda: anak, murid, atau bawahan
3.yang sebaya: setingkat status social

Makna Sopan Santun
Bahwa seseorang bukan saja tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari pada orang lain, melainkan menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. Sopan-Santun tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur, tetapi ini dapat memberikan seseorang paling tidak terlihat sopan, dan membuatnya tampak dari luar apa yang seharusnya menjadi benar-benar terhormat.

Selasa, 27 Oktober 2009

pendapat allport mengenai manusia,perkembanganan proprium, ciri-ciri kepribadian yang matang menurut Allport, kepribadian (self) menurut Rogers

A.Pandangan Allport tentang manusia

Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tidak sadar,kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Akan tetapi, dia percaya bahwa kekuatan-kekuatan yang tidak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang sangat penting pada tingkah laku orang dewasa yang neoritis. Akan tetapi individu-individu yang sehat berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu
Allport juga mengemukakan bahwa dengan memakai model mesin,hewan,anak-anak,tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Dapat dicatat bahwa sikap individu pada tingkah laku manusia menimbulkan pesimisme terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi keajaiban tingkah laku manusia.

B.perkembangan proporium

Proprium atau propiate dapat didefinisikan seperti dalam kata “appropriate” sesuatu yang dimiliki seseorang adalah unik bagi seseorang. Proprium terdiri dari hal – hal dan proses – proses yang bersifat pribadi bagi seorang individu dan dapat menentukan seseorang yang unik. Contohnya,”saya sebagaimana dirasakan dan diketahui individu sehat”.
Perkembangan proprium terdapat tujuh tingkatan diantaranya :

• Diri jasmaniah

Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya’) dan dunia sekitarnya. Berangsur - angsur, dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman - pengalaman perseptual, maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “dalam saya” dan hal-hal lain “di luarnya”. Ketika bayi berusia 15 bulan,maka muncullah tingkat pertama proprium-diri jasmaniah.

• Identitas diri

Pada tingkatan kedua ini anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin hari ini adalah bayangan dari orang yang sama seperti yang dilihatnya kemarin, dan percaya bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah-ubah.

• Harga diri

Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Pada tingkat ketiga ini anak membuat benda – benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, manipulasi dan mengubah lingkungan itu.

• Perluasan diri

Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Pada tingkat keempat ini permulaan dari kemampuan anak untuk memperpanjang dan memperluaskan dirinya.

• Gambaran diri

Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini berkembang dari interaksi-interaksi antara anak dan orang tua. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkan supaya menampilkan tingkah laku-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Tingkatan kelima ini dapat mempelajari harapan – harapan orang tua kepada anak untuk mengembangkan dasar perasaan tanggung jawab moral.

• Diri sebagai pelaku rasional

Pada tingkatan keenam ini anak mempelajari aturan-aturan dan harapan baru di pelajari dari guru-guru dan teman-teman sekolah serta hal yang penting adalah diberikannya aktifitas dan tantangan intelektual. Anak belajar bahwa dia dapat memecahkan masalahnya dengan memakai proses-proses yang logis dan rasional.

• Perjuangan proprium

Allport percaya bahwa masa adolsence adalah suatu masa yang menentukan. Orang-orang sibuk mencari identitas diri yang baru, sangat berbeda dari identitas diri pada usia 2 tahun. Karena didorong dan ditarik dalam arah yang berbeda oleh orang tua dan lingkungan luar maka anak tersebut akan berusaha menemukan suatu kepribadian orang dewasa.

C. ciri-ciri kepribadian yang matang menurut Allport

Ø Perluasan Perasaan Diri

Ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatiannya di luar diri. Akan tetapi, tidak cukup dengan berinteraksi dengan seseorang atau sesuatu diluar dirinya, misal pekerjaan. Allport menamakan hal ini sebagai “partisipasi otentik” yang di lakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia.

Ø Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain

Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap prang tua, anak, partner, teman akrab. Apa yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang baik.
Perbedaan antara hubungan cinta dari orang – orang dengan hubungan cinta dari kepribadian yang sehat. Orang yang neurotis menerima cinta lebih banyak dari pada kemampuan mereka untuk memberinya. Sedangkan cinta dari kepribadian yang sehat adalah tanpa syarat dan tidak melumpuhkan atau mengikat.

Ø Keamanan Emosional

Kualitas keamanan emosional adalah apa yang disebut Allport “sabar terhadap kekecewaan”. Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan dari kemauan dan keinginan. Orang yang sehat sabar menghadapi kemunduran – kemunduran ini, mereka tidak menyerah kepada kekecewaan tetapi mampu memikirkan cara – cara yang berbeda untuk mencapai tujuan – tujuan substitusi.

Ø Persepsi Realistis

Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sedangkan orang-orang neurotis kerapkali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang-orang yang sehat tidak perlu percaya bahwa orang lain atau situasi yang jahat atau baik menurut suatu prasangka pribadi terhadap realitas. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.

Ø Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas

Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan dan bakat-bakat tertentu akan suatu tingkat kemampuan. Tetapi, tidaklah cukup hanya memiliki keterampilan-keterampilan yang relevan; kita harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias,melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaan kita.

Ø Pemahaman Diri

Pengenalan diri yang baik menuntut pemahaman tentang hubungan-hubungan antara kedua gagasan ini, maka individu juga semakin matang. Hubungan lain yang penting adalah hubungan antara apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya dan apa yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki tingkatan ini pemahaman akan dirinya sangat tinggi atau wawasan dirinya tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain.

Ø Filsafat Hidup yang Mempersatukan

Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai batu sendi kehidupan mereka, dan ini memberi kontinuitas bagi kepribadian mereka. Allport menyebut dorongan ini yang mempersatukan “arah” (directness) dan lebih kelihatan pada kepribadian yang sehat dari pada orang neurotis.

D.perkembangan kepribadian self

Dalam masa kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua segi lainnya. Segi ini adalah diri dan itu menggambarkan dengan bertambahnya kata “aku” dan “kepunyaanku”. Anak itu mulai mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi miliknya atau bagian dari dirinya dan semua benda lain yang dilihat, didengar, diraba, dan diciumnya ketika mulai membentuk suatu lukisan dan gambaran memngenai siapa dia.

E.peranan positif regards dalam kepribadian

Memberi kepuasan terhadap anak jika dia mendapat kasih sayang, cinta, dan persetujuan dari orang-orang lain, tetapi dia akan kecewa jika dia menerima celaan dan kurang mendapat kasih sayang dan cinta. Oleh karena itu peranan orang tua sangat penting dalam memberikan cinta dan kasih sayang bagi perkembangan anak.

f.ciri orang yang berfungsi sepenuhnya
a.Terbuka pada Pengalaman
Keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensif. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan luar disampaikan ke sistem syaraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Dimana orang dapat mengetahui tentang kodratnya.

b.Kehidupan Eksistensial

Rogers percaya bahwa kualitas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat esensial dari kepribadian yang sehat. Kepribadian terbuka kepada segala sesuatu yang terjadi pada moment itu dan dia menemukan dalam setiap pengalaman suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sebagai respons atau pengalaman moment yang berikutnya.

c.Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri

Karena orang yang sehat terbuka sepenuhnya pada pengalaman, maka dia memiliki jalan masuk untuk seluruh informasi yang ada dalam suatu situasi membuat keputusan. Informasi ini berisi kebutuhan-kebutuhan orang itu, tuntutan-tuntutan sosial yang relevan,ingatan-ingatan terhadap situasi yang serupa pada masa lalu dan persepsi terhadap situasi sekarang. Karena terbuka pada semua pengalaman dapat menghidupkan pengalaman itu sepenuhnya, maka individu yang sehat dapat membiarkan seluruh organisme mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi.

d.Perasaan Bebas

Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan, atau peristiwa-peristiwa masa lampau.

e.Kreativitas

Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Mengingat sifat-sifat lain yang mereka miliki, sukar untuk melihat bagaimana seandainya kalau mereka tidak demikian. Orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, dan percaya akan organisme mereka sendiri, yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan mereka ialah orang-orang yang mampu mengungkapkan diri mereka dalam produk-produk dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka.

Referensi :
- buku psikologi pertumbuhan DUANE SCHULTZ

Jumat, 09 Oktober 2009

Kritikan aliran humanistik terhadap aliran psikoanalisa dan behavioristik.

Kritikan aliran humanistik terhadap aliran psikoanalisa dan behavioristik.
Terhadap Psikoanalisa
Disini humanistik sangat tidak menyetujui sikap pesimistis yang dicerminkan dari Psikoanalisa, karena aliran Humanistik adalah aliran yang optimistik dan penuh harapan. Percaya pada kapasitas individu.
Humanistik juga sangat tidak menyetujui bahwa manusia selalu dilihat dari sisi sakit oleh aliran Psikoanalisa, karena pada Humanistik individu tidak hanya cukup bebas dari sakit emosional, tidak asanya neurotic dan psikotis diaman tidak cukup menilai seorang individu sebagai pribadi yang sehat. Tidak adanya sakit emosional hanya merupakan suatu langkah awal yang diperlukan untuk pertumbuhan karena individu harus mencapai sesuatu yang lebih jauh lagi.
Disini individu selalu diingatkan dengan masa lalu atau masa lampaunya, sedangkan humanistik menilai individu pasti dapat dan harus mengatasi masalah masa lampaunya.
Terhadap Behaviorisme
Aliran Humanistik memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku (behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
Percaya pada kodrat individu secara kodrat biologis dan ciri lingkungan. Seorang manusia di aliran behaviorisme dianggap sebagai mesin, akan tetapi dalam aliran humanistik punya pandangan yang segar tentang manusia.

Referensi :
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/humanistik.html

Kamis, 08 Oktober 2009

PERBEDAAN TEORI KEPRIBADIAN SEHAT PSIKOANALISIS, BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK

Pada dasarnya aliran psikoanalisis melihat dari sisi negative individu juga alam bawah sadar (id, ego dan superego), mimpi dan masa lalu. Sedangkan aliran Behavioristik manusia diperlakukan sebagai mesin atau maksutnya manusia diperlakukan sebagai system kompleks yang berrtingkah laku menurut cara yang sesuai hukum.
perbedaan lainnya yaitu :
1. Psikoanalisis
• Terbatas mengabaikan potensi yang dimiliki oleh manusia.
• Melihat dari sisi sakit adalah sebagai kodrat manusia yang negative
• Memberikan gambaran yang pesimistis tentang kodrat manusia

2. Behavioristik
• Aliran ini menganggap manusia yang biasa memberikan respons positif terhadap stimulus dari luar.
• Aliran ini juga mengaggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
• Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).

Tapi dapat disimpulkan bahwa teori psikoanalisis melihat dari sisi manusia yang negative, seperti konflik pada masa kecil, manusia yang dianggap tidak sehat.
Sedangkan behavioristik melihat manusia sebagai mesin pemanas, yang tersusun baik, teratur dan ditentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup dan kreativitas.

ALIRAN HUMANISTIK
Lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai mazhab ketiga psikologi. Psikologi humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran psikoanalisis dan behaviorisme dengan memasukan aspek positif yang menentukan seperti cinta , kreativitas , nilai makna dan pertumbuhan pribadi. Psikologi Humanistik banyak mengambil penganut Psikoanalisis Neofreudian. Asumsi dasar aliran ini yang membedakan dengan aliran lain adalah perhatian pada makna kehidupan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon tetapi pencari makna kehidupan
Aliran ini menganggap setiap orang memiliki kemampuan untuk lebih baik, memiliki pandangan yang optimistic dan berharap lebih baik.
Individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah – masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.
Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2: yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).

Aliran ini punya pandangan yang segar tentang manusia. Melihat potensi individu untuk tumbuh dan berkeinginan menjadi yang lebih baik. Aliran ini optimistik dan penuh harapan, percaya pada kapasitas individu untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan dan memenuhi diri seseorang untuk menjadi sesuai yang diinginkannya menurut kemampuannya.

Referensi:
www.wikipedia.com
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/humanistik.html

Sabtu, 03 Oktober 2009

Teori Psikoanalisa dan Teori Psikososial

Penjelasan Teori Psikoanalisa Sigmund Freud dan Teori Psikososial Erik H.Erikson
1. Teori Psikoanalisa
Memandang perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
Atau perspektifnya yaitu pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan kesadaran.
Psikoanalisis ditandai untuk metode penafsiran, bahwa pencarian makna yang tersembunyi dari apa yang nyata melalui tindakan dan pembicaraan atau imajiner produksi, seperti mimpi, deliriums, asosiasi bebas.

Perilaku dan proses mental manusia dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan dan konflik-konflik dr dalam—manusia memiliki sedikit kesadaran & kontrol atas kekuatan tsb perilaku manusia mjd lebih rasional-bisa diterima secara sosial.

Struktur Kepribadian
Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego.
Id (Das Es) adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.
Ego (Das Ich) adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego.
Superego (Das Ueber Ich) adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.


2. Teori Psikososial
Teori delapan tahap Erikson, sebuah proses perkembangan ego atau diri yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya.

Menurutnya, perkembangan kepribadian manusia terjadi sepanjang rentang kehidupan. Dalam teori ini perkembangan kepribadian manusia dipengaruhi oleh interaksi sosial—hubungan dgn orang lain. Perkembangan kepribadian manusia ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan seseorang mengatasi krisis yang terjadi pd setiap tahapan sepanjang rentang kehidupan.

Tahapan Psikososial (Human Development, Diane E.Papalia):
a. Kepercayaan dasar vs ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 bulan)
Disini bayi mengembangkan kepercayaan bahwa dunia “nya” merupakan tempat yang baik dan aman
b. Autonomi vs rasa malu dan ragu (12-18 bulan hingga 3 tahun)
Anak mengembangkan keseimbangan independent dan kepuasaandiri terhadap rasa malu dan keraguan
c. Inisiatif vs Rasa bersalah (3 hingga 6 tahun)
Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani rasa bersalah.
d. Industry vs inferioritas (6 tahun hingga pubertas)
anak belajar ketrampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten atau tidak bersaing
e. Identitas vs kekacauan identitas (pubertas hingga dewasa awal)
Remaja ahrus menentukan pemahaman dirinya sendiri atau kekacauan identitas, tidak mendapatkan identitas yang pasti
f. Intimasi vs isolasi (dewasa awal)
Mencoba membuat komitmen dengan orang lain, apabila tidak sukses maka akan terjadi peng isolasi an diri.
g. Produktivitas vs stagnasi (dewasa tengah)
Perhatian orang dewasa yang sudah matang adalah membangun dan membimbing generasi selanjutnya dan merasa tidak percaya diri.
h. Integritas vs putus asa (dewasa akhir)
Individu yang lebih tua mendapat penerimaan terhadap hidup, membuatnya dapat menerima kematian, atau sebaliknya, putus asa atas ketidakmampuannya menghidupkan kembali hidupnya.

Perbedaan Teori Psikoanalisa dan Teori Psikososial

Dalam (Human Development Edisi 9, Diane E.Papalia) teori Erikson lebih meyakinkan ketimbang Freud khususnya dalam hal penekanannya terhadap nilai penting pengaruh sosial dan kultural dan tentang perkembangan setelah remaja. Walaupun demikian, sebagaimana teori Freud, beberapa teori Erikson belum teruji secara ketat.
Ketika freud menekankan bahwa pengalaman di awal masa kanak-kanak membentuk kepribadian secara permanen, Erikson malah menyatakan bahwa perkembangan ego bersifat seumur hidup.

SKIZOFRENIA

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah mendengar tentang Skizofrenia. Tapi sebenarnya apakah Skizofrenia itu? Saya akan membahas mengenai ini.
Skizofrenia dalam bahasa Yunani skhizein yang atinya memisahkan dan phren yang artinya pikiran. Jadi, Skizofrenia ini adalah sebuah psikiatri diagnosis yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai juga dengan kelainan/ungkapan realitas.
Skizofrenia juga bisa dibilang adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Skizofrenia bisa dapat menyerang siapa saja. Menurut data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia, 75 % penderita Skizofrenia biasanya berumur 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa awal memang rentan terjadinya penyakit ini. Mungkin dikarenakan terlambatnya disadari oleh para keluarga dan lingkungannya, karena dianggap sebagai penyesuaian diri atau tahap penyesuaian dirinya dengan lingkungan.
Disini saya akan menuliskan gejala-gejala yang terjadi pada orang yang terkena Skizofrenia.
1. ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, dan acuh tak acuh.
2. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial).
3. Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi.
4. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Biasanya gejala-gejala Skizofrenia ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu :
1. Gejala-gejala positif
Seperti halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
2. Gejala-gejala negative
disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.
Kesabaran dan perhatian sangat penting dan sangat diperlukan oleh penderita Skizofrenia.

(Dikutip juga dari Wikipedia Indonesia 2009, 16.30)

Minggu, 04 Januari 2009

STRESS ??

Hidup manusia ditandai oleh usaha-usaha pemenuhan kebutuhan, baik fisik, mental-emosional, material maupun spiritual. Bila kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik, berarti tercapai keseimbangan dan kepuasan. Tetapi pada kenyataannya seringkali usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut mendapat banyak rintangan dan hambatan.
Tekanan-tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup ini sering membawa manusia berada dalam keadaan stress. Stress dapat dialami oleh segala lapisan umur.
Stress dapat bersifat fisik, biologis dan psikologis. Kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh manusia menimbulkan stress biologis yang menimbulkan berbagai reaksi pertahanan tubuh. Sedangkan stress psikologis dapat bersumber dari beberapa hal yang dapat menimbulkan gangguan rasa sejahtera dan keseimbangan hidup.
SUMBER STRESS
Sumber stress dapat digolongkan dalam bentuk-bentuk:
1. Krisis
Krisis adalah perubahan/peristiwa yang timbul mendadak dan menggoncangkan keseimbangan seseorang diluar jangkauan daya penyesuaian sehari-hari. Misalnya: krisis di bidang usaha, hubungan keluarga dan sebagainya.
2. Frutrasi
Frustrasi adaah kegagalan dalam usaha pemuasan kebutuhan-kebutuhan/dorongan naluri, sehingga timbul kekecewaan. Frutrasi timbul bila niat atau usaha seseorang terhalang oleh rintangan-rintangan (dari luar: kelaparan, kemarau, kematian, dan sebagainya dan dari dalam: lelah, cacat mental, rasa rendah diri dan sebagainya) yang menghambat kemajuan suatu cita-cita yang hendak dicapainya.
3. Konflik
Konflik adalah pertentangan antara 2 keinginan/dorongan yaitu antara kekuatan dorongan naluri dan kekuatan yang mengenalikan dorongan-dorongan naluri tersebut.
4. Tekanan
Stress dapat ditimbulkan tekanan yang berhubungan dengan tanggung jawab yang besar yang harus ditanggungnya. (Dari dalam diri sendiri: cita-cita, kepala keluarga, dan sebagainya dan dari luar: istri yang terlalu menuntut, orangtua yang menginginkan anaknya berprestasi).
AKIBAT STRESS
Akibat stress tergantung dari reaksi seseorang terhadap stress. Umumnya stress yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur). Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.
REAKSI TERHADAP STRESS
Reaksi seseorang terhadap stress berbeda-beda tergantung dari:1. Tingkat kedewasaan kepribadian2. Pendidikan dan pengalaman hidup seseorang
Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stress:1. menghadapi langsung dengan segala resikonya.2. menarik diri dan tak tahu menahu tentang persoalan yang dihadapinya/lari dari kenyataan.3. menggunakan mekanisme pertahanan diri.
PENANGGULANGAN STRESS
Mengenal dan menyadari sumber-sumber stress.
Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup.
Mengembangan hidup sehat. Antara lain dengan cara: merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan sebagain
ya.
Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNYa.
Minta bimbingan kepada sahabat dekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa rohaninya, dan sebagainya).
Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah baru.
Selamat mencoba .......... hehe

3 DOA 3 CINTA THE MOVIE

Ini cerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka
Huda (Nicholas Saputra), ingin mencari ibunya yang kabarnya berada di suatu tempat di Jakarta. Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) seorang penyanyi dangdut pemula yang sangat seksi ketika di panggung dan terobsesi menjadi bintang terkenal di Jakarta. Diantara mereka tertanam benih-benih asmara
Rian (Yoga Pratama) santri dari suatu kota besar. Dia mendapatkan sebuah kado handycam dari ibunya pada saat ulang tahunnya. Rombongan pasar malam terutama layar tancap yang kebetulan sedang singgah di desa itu membuat Rian semakin obsesif terhadap kamera.Rian ingin melanjutkan usaha Ayahnya
Syahid (Yoga Bagus), berasal dari keluarga miskin. Ayahnya sakit keras. Syahid merencanakan sesuatu yang besar dalam hidupnya yang akan memberikan dampak bagi kedua temannya
Bagaimana kehidupan mereka bertiga dan terwujudkah segala impian dan harapan mereka yang pernah mereka tulis di tempat rahasia itu?
Jenis Film :
Drama
Produser :
Nan T. Achnas, Adiyanto Sumarjono, Nurman Hakim
Produksi :
Ifi Dan Triximages
Homepage :
http://www.3doa3cinta.com
Durasi :
114 Min